Bunda Thifa Taman Bestari Sekolah Rumah
baca-baca
Kamis, 20 September 2007

Kapan ya, Thifa bisa baca?? hmm.. kalau yang dimaksud baca kata-kata/tulisan, Thifa lancar membaca di bulan Desember 2006. Tapi, sejak usia 2 tahun, dia sudah bisa 'membaca' lho... Misalnya "M" lambang resto fast-food, ato gambar rumah pizza kesukaannya, juga logo hypermarket yang sering dikunjunginya.
Sejak kecil Thifa memang tenggelam dalam buku-buku. Hehehe, maksudnya buku-buku Ayah Bunda, juga buku-buku milik keluarga besar kami. Bunda ingat, ketika usia 1 tahun-an, Thifa sudah ikut 'membaca' buku teks perkuliahan yang sedang Bunda baca menjelang tidur malam. Hehehhehehe, Thifa senang sekali, terutama untuk buku kuliah yang banyak foto-fotonya. Kalau yang isinya huruf-huruf saja, emmm... malesss deehh... :) Ritual malam sebelum tidur diisi dengan kegiatan membaca cerita (maksudnya ayah ato bunda yang cerita), membaca gambar (nah, ini bagian Thifa), atau lihat-lihat buku.
Setelah Thifa paham konsep geometri sederhana dan arah (kiri ke kanan), barulah ia diperkenalkan pada huruf. Waktu itu..kalau gak salah, usianya sekitar 2 tahun. Sambil main, huruf yang diajarkan untuk awal adalah : o, i, u. Kenapa? karena huruf-huruf ini bentuknya konstan (kapital maupun kecil). Terus, maiinn deeehh.. setiap ada tulisan, Thifa menunjukkan huruf-huruf yang ia ketahui. Ketika usianya 2 tahun 6 bulan, Thifa mulai mengenal semua huruf pakai matras huruf. Caranya, ia melompat ke huruf yang disebut. Caranya menghafal juga unik. Dia meng'asosiasi'kan setiap huruf dengan nama tokoh di Barney (Video favoritnya), jadi B untuk Barney, D untuk David, dan seterusnya. Alhamdulillah, dalam 2 minggu dia sudah kenal semua huruf.
Baru setelah usianya 3 tahun jreng, Thifa dikenalkan pada suku kata. Jadi ia belajar membaca tanpa mengeja. Untung kami menemukan, ehh.. nggak nemu sih.. tapi bertemu dengan buku ini
Isinya sederhana dan tidak menyusahkan. Jadi, anak mengenal semua suku kata berakhiran -a dulu, seperti ba-ca-da, dst. Baru kemudian berakhiran -i, bi-ci-di, dst. Ada kartunya lagi, pokoknya senang deehh.. :) Terima kasih ya, Bu Septi :)
Alhamdulillah, 2 bulan belajar, Thifa sudah tamat dan mampu membaca. Setelah itu... wuuusss... buku-buku dilahap oleh Thifa. Senangnya... tapi bukan berarti acara mendongeng berhenti begitu saja. Thifa masih senang dibacakan cerita, hehehe. Paling tidak, sekarang dia tidak 'kehilangan arah'. Bila di perjalanan, Thifa sudah tahu dia berada di daerah mana dengan membaca papan penunjuk jalan atau nama daerah.
Seiring kemampuan membaca, alhamdulillah, kemampuan menulisnya pun berkembang baik. Meski di awal-awal pakai huruf besar semua, sekarang tulisannya makin rapih. Gak papa deh, mencong-mencong dikit. Yang penting, terus belajaaaarrr... :)
Terima kasih juga untuk Aunty Rini, Oma Mayke, Aunty Jeanny, Tante Ade, Bulik Ririn, dan Bude Menuk yang memberikan hadiah buku-buku menarik buat Thifa. Koleksi Thifa jadi makiiiinnn banyaaakkk... :) Terima kasih juga untuk Abah Fuadi yang memberikan rak display buku, jadi buku Thifa rapih deehh....

Label:

Kak, SMS siapa ini, Kak???
Minggu, 09 September 2007
7 September 2007, 14:21

Suatu siang di tengah-tengah kesibukan memasukkan tissue ke kotak,


Bulik Ririn wrote : Thifa Bulik udh lht blognya thifa. Bulik malah jd makin kangen. Kpn nelp bulik?

Thifa wrote : Nanti malam ya bulik

Bulik Ririn wrote : Ok bulik tunggu ya



Mana hurufnya ya?? Ooo.. ini dia... 'b' di angka 1, pencet dua kali


hari yang sama, jam 18.38

Thifa wrote : Bulik aku ngantuk tdk tidur siang telp besok ya

Bulik Ririn wrote : Iya sayang gak papa bsk aj nelpnya. Met bobok ya thifa :)


komen usil dari Bunda : walah.. bentar lagi rebutan hape nihh.. :p

Label:

Kerja Pertamaku

ambil tissue-nya

masukkan ke kotak

Sabtu kemarin, 8 September 2007, Bunda dan Mami dapat pesanan kue & nasi kotak. Lumayan banyak, 70 set. Jadi, sejak hari Jumat Bunda dan Mami sudah siap-siap. Jumat siang, Bunda sibuk melipat dan menjepret kotak. Sementara Mami sudah mulai masak.

Karena tidak ada yang menemani Thifa main, ia jadi bingung sendiri. Akhirnya dia berkata, "Ada yang bisa aku kerjakan gak?" Bunda celingak-celinguk nyari kerjaan buat Thifa. Aha.. Bagaimana kalau memasukkan tissue ke dalam kotak yang sudah jadi? "Aku bisa," kata Thifa.

Thifa langsung ambil posisi dan memasukkan tissue-tissue ke dalam kotak. Setiap kotak yang sudah selesai dibentuk kemudian diisi tissue dan ditumpuk lima-lima. Lumayan banyak, ada 50 kotak yang ia isi dengan tissue. Thifa juga belajar menghitung lima-an, "5..10..15.." begitu katanya.

Yang 20 kotak lagi? hehehe, karena ada tayangan "Surat Sahabat", Thifa kemudian resign dari tugasnya. "Aku udah capek nihh.. pengen nonton..." ya sudaahh... :)

Hari Sabtu sore, setelah pesanan diambil dan dibayar, Bunda dan Mami sedang bagi-bagi keuntungan, hehehhe, asyiikkk... Kemudian,

Bunda : Kak, kemarin kakak sudah kerja kan? Nah, ini untuk Kakak (sambil memberikan uang Rp. 5000)

Thifa : Lima Ribu, Bun? Bukan Sepuluh (Ribu)? (sambil senyum-senyum dan menerima uang)

Bunda : Hah?? Kan kemarin cuma 50 kotak yang kakak kerjakan, sisanya Bunda yang selesaikan.

Thifa : Hehehehe, iya deeehh.. tapi yang ini aja boleh kan?? (tanganya mengambil lembaran 20 ribuan dari tangan Bunda)

Bunda : Eitsss...???$$$!!!?? (cepat-cepat menarik dan menyimpan sisa uang, sambil mikir... lah kok jadi ngerti duwit?? sapah yang ngajarin yahhh???????)

Label:

Pizza 'Kertas'
Rabu, 05 September 2007
Salah satu makanan favorit Thifa adalah Pizza. Apalagi pizza yang thin and crispy, hmm.. nyummiii... :p Thifa menyebutnya dengan istilah "Pizza Kertas". Isian yang paling disukainya adalah keju dan saos tomat, ditambah dengan irisan sosis ayam. Sluurrrpp....

Suatu pagi di hari Minggu, 26 Agustus 07, Thifa bangun tidur langsung memasak Pizza. Adonannya sudah dicampur sama Bunda, jadi Thifa tinggal rolling dan memberi topping. Lumayan berat lho, menggiling adonan agar jadi tipis. Karena sulit membuat bentuk lingkarannya, jadilah Pizza ala Thifa berbentuk persegi, hihihihi...


Tuh, lihat gaya chef Thifa memasak. Serius banget yaa... :) Hidungnya pun kembang kempis mencium aroma Pizza ketika dipanggang. Setelah matang, langsung saja dilahap. Hap..Hap...Hap...


Rasanya??? Hmmm... Mak Nyuuuussss.... :p








Label: