Bunda Thifa Taman Bestari Sekolah Rumah
Pulang Kampoeng - Sumenep Bagian Satu
Rabu, 24 Oktober 2007
Mudik tahun ini, Thifa berkesempatan menginjak tanah madura. Di kota Sumenep inilah, keluarga besar Mami (neneknya Thifa) berdomisili. Bahkan, Bunda lahir di Kalianget lhoo.. sebuah kecamatan di Kota Sumenep. Ini juga kali pertama untuk Aunty Noni dan juga Ayah, para mantu di keluarga Abah-Mami.

Sumenep merupakan salah satu kota di pulau Madura, selain Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Kota Sumenep adalah pusat pemerintahan ketika Madura masih berupa kerajaan. Jadi, satu-satunya kota yang memiliki Keraton.

Nah, Thifa -Aunty, Om Abang, Ayah, Om Dito dan Om Reyhan- berkesempatan untuk mengunjungi keraton. Kebetulan, Aunty juga dapat tugas riset dari produsernya, hehehe, sambil menyelam minum air. Tuh..lihat gaya Thifa pura-pura jadi reporter mewawancarai sang Jurnalis. Berkunjung ke keraton tak lengkap tanpa melihat Taman Sari, tempat pemandian para putri raja ketika itu.

Dari keraton, Thifa dan rombongan menuju Asta Tinggi, tempat pemakaman para raja-raja dan bangsawan Sumenep. Sempat juga mampir di mesjid Jami' yang tidak jauh dari rumah Mbah Cibuk (Neneknya Bunda).

Label:

Adat Minang di Undangan
Senin, 03 September 2007
Biarpun belum genap 4 tahun, Thifa paling senang kalau ikut ke Resepsi Pernikahan. Hmm.. party girl ya... :) Sejak kecil, dia senang sekali pakai baju bagus, berdandan, dan bertemu banyak orang. Beda sekali dengan saya yang tidak suka keramaian, hehehehe.

Ternyata, datang ke pesta perkawinan juga bisa belajar juga lho. Beruntunglah kita tinggal di Indonesia yang amat sangat kaya dengan budaya serta adat istiadat. Pesta pernikahan adalah salah satu media perkenalan budaya yang menyenangkan. Kala arus modernisasi makin kuat mengalir, ketika menikah orang selalu ingin mengingat akar budayanya. Jadilah pesta yang kental akan nuansa kesukuan.

Di pesta, Thifa belajar berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia seperti Jawa, Minang, Madura, dan sebagainya. Dia juga mengamati berbagai tari-tarian yang menyemarakkan acara, bahasa daerah yang digunakan dan juga pakaian adat.


Kemarin 1 September 2007, Thifa menyaksikan tarian adat minang untuk menyambut 'anak daro'. Ada tari piringnya juga, meskipun Thifa harus digendong Ayah untuk melihatnya. Thifa sangat terkesan melihat koreografi tarian yang bagus. Katanya, "narinya tuker-tukeran tempat," Hehehe... itulah indahnya kerjasama, Nak..




Label: