Banyak yang bertanya, media apa yang dipakai dalam homeschooling? Jawabnya? Semua yang ada di sekitar kita. Kalau kami berpendapat, yang penting pemaknaannya bagi Anak. Toh ia bisa belajar dengan apa saja. Sebenarnya, Homeschooling itu enak. Mau dibuat murah, bisa.. mau dibuat mahal? Bisa bangeeettt... :) Mau dibuat gampang? Bisaaa.. Mau dibuat senang? Pastinya!! :) Kami bisa bebas berkreasi dan belajar. Learning Freedom, kata teman kami
Thifa dan buku Math-nya
Kami juga menggunakan buku sebagai sarana belajar. Baik buku-buku kurikulum diknas maupun buku-buku dengan kurikulum Cambridge. Semua ini kami jadikan panduan, bukan keharusan dalam proses belajar. Kan, proses belajar berlangsung setiap saat, jadi semua bisa jadi media belajar. Thifa suka buku-buku kurikulum Cambridge karena bergambar dan bisa main stiker sepuasnya :) Sedangkan buku kurikulum Diknas dia pilih bila ia ingin bekerja mandiri. Kan bahasanya Indonesia, jadi ia bisa mengerjakan sendiri tanpa bantuan, hihihihiTentang buku, Thifa punya waktu khusus untuk mengerjakan tugas-tugas atau membahas mengenai topik dalam buku, yaitu : Sebelum Tidur Malam. Entah kenapa, sejak usia 18 bulan Thifa tampak lebih perhatian bila menjelang tidur malam. Jadilah proses ritual bed time story menjadi aktivitas paper and pencil. Antara jam 19-1930 adalah waktu Thifa untuk berganti baju, cuci tangan-kaki, BAK, dan sikat gigi sebelum akhirnya masuk kamar tidur. Langsung tidur? Tentu tidak. Ia akan mengambil buku yang akan dibaca atau dikerjakan. Bisa Math, Science, atau membaca cerita atau pembahasan mengenai suatu hal. Kadang-kadang ia memilih untuk membuat kartu atau membaca ensiklopedi. Apa pun. Terutama bila ada topik menarik yang ingin diketahuinya lebih dalam. Biasanya acara belajar ini berakhir sekitar pukul 20.30 atau 21.00. Tapi, ada kalanya Thifa terlalu asyik mengerjakan atau membaca sesuatu sampai pernah ia baru mau berhenti pada pukul 22.30. Hehehehehe
Thifa lagi asyik 'belajar' matematika di komputer rumah Abah
Selain buku, mulai usia (hampir) 4 tahun ini, Thifa diperkenalkan pada media interaktif alias situs internet. Uuhh.. senang sekali dia. Apalagi situs ini, bisa anteng dan sibuk sendiri (kalau ini sih, Bundanya yang tarik nafas lega). Yang penting, Thifa jadi cinta dan butuh sama belajar, apalagi kalau belajarnya menyenangkan. Iya kan?? Iya dooongggg.... :)Label: profil

Putri pertama kami, Athifah Qonita Millati atau biasa dipanggil Thifa. Thifa dilahirkan pada tanggal 22 Oktober 2003, jam 19.00 wib.
Saat ini, di usianya yang hampir 4 tahun, Thifa dan kami, orang tuanya, memilih untuk melaksanakan pendidikan berbasis rumah alias Homeschooling.
Blog ini dimaksudkan untuk mendokumentasikan (halllaaahh... formal banget bahasanya) kegiatan-kegiatan Thifa dalam belajar.
Sehari-hari Thifa senang sekali bermain. Main apaaaaa ajaahh... main boneka, main sama teman-temannya (nah ini seru banget, biar cuma ada 2 anak yang main, tapi berasa ada 10 anak!!), main pasir, main air, ato main sama bantal dan gulingnya juga okeh. Pokoknya, selama mata tidak merem, tidak ada waktu dan barang yang terlewatkan sama neng kecil ini. Kadang-kadang kalau Abah (kakek)nya sudah pulang kantor, Abah juga diajak main, hehehe...
Meskipun gak ke sekolahan, Thifa juga sibuk lho... hehehe, Thifa senang balet dan rutin berenang. Kenapa Balet? Menurutku ini tarian dasar sekali, sangat membantu untuk membentuk postur. Sikap berdiri, sikap duduk, semua diatur dan dibiasakan yang baik. Selain itu, metode dan kurikulumnya sudah teruji. Kalau berenang, ini penting banget buat Thifa. Thifa kan senang sekali ngomong. Percaya deh, dari mulai melek mata sampai merem, dia gak akan berenti ngomong. Nah, renang ini selain berfungsi untuk life skill, juga berfungsi untuk mengendalikan 'ngomong'nya itu. Gak mungkin kan berenang sambil ngomong, hehehehehe... jadi Thifa bisa berlatih mengendalikan diri juga.
Belajarnya kapan??? ohh.. setiap saat Thifa belajar. Jadi, tenang sajaa.. tak ada waktu yang terlewat tanpa belajar... :) Mangkanya..ikuti terus cerita-cerita Thifa yaa...
Label: profil